Senin, 14 Desember 2009
di
21.51
|
sekedar memforward..
ayah, sudah berapa kali aku menyakitimu hatimu
sudah keberapa kalinya aku menyinggung perasaanmu
dengan kata-kata dan sikap yang tidak pantas diucapkan
seorang anak terhadap orang tuanya
ayah, sungguh betapa besar pengorbananmu untuk anak-anakmu
walaupun kau tidak menyetujui keinginan anak-anakmu yang macam-macam
tapi dengan terpaksa kau mengabulkannya
hanya untuk menyenangkan hati anakmu
yang pada akhirnya memang kata-katamu benar
bahwa keinginan kami tersebut, sedikit banyak tidak begitu bermanfaat
ayah, banyak sekali kurasakan pengorbananmu terhadap kami
namun sering kali keluar dari mulutku kata-kata yang menyakiti hatimu
kata-kata yang seolah-olah kau tidak pernah berbuat sesuatu
untuk membahagiakan anak-anakmu
kata-kata yang seolah-olah kau begitu jahat dan tak pernah mengalah bagi kami
namun dibalik itu semua
kau berkorban diatas kepentinganmu untuk kepentingan kami anakmu
sering kali apa yang kau berikan untuk kami
sebagai tanda perhatianmu terhadap anak-anakmu
yang ternyata membutuhkan pengorbanan yang tidak kecil dan tidak mudah untuk kau lakukan,
kami sia-siakan begitu saja
seolah-olah semua yang kau berikan bagi kami,
tidak ada artinya buat kami
entah dengan cara apa kami harus meminta maaf ?
entah cukupkah kebahagiaan dan kebanggaan yang akan kami beri untukmu nanti ?
untuk menebus kesalahan dan kebodohan kami
ayah, walau kami merasa sikap dan tindakan yang kau tunjukan
dan yang kau ajarkan pada kami begitu keras,
namun semua itu benar pada akhirnya
semua itu ternyata berguna bagi kami
sebagai bekal persiapan mental kami
bahwa ternyata hidup di dunia ini sangat keras
bahwa ternyata hidup di dunia ini sangat kejam
bahwa ternyata betul hidup didunia ini butuh perjuangan untuk menghadapinya
ayah, kau bekerja begitu keras
diusiamu yang tidak muda lagi
dan dengan kondisi tubuh yang tidak seperti 25 tahun lalu
kau bekerja keras membanting tulang
pergi kesana kemari
hanya untuk menghidupi kami
tertama untuk pendidikan kami
yang tak pernah kau kompromikan
karena hanya hal itu yang kau utamakan
bukan untuk siapa-siapa
melainkan sebagai modal bagi kami
untuk dimasa depan kami kelak
ah, ayah....
semoga kami masih bisa mempunyai waktu yang cukup
untuk bisa membuatmu bangga,
untuk bisa membahagiakan mu
ayah,, maafkan kami,
anak-anakmu
Diposting oleh
roem poet
Label:
lagi bener
Selasa, 01 Desember 2009
di
23.05
|
dari milist tetangga
Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita ...Aminnnn.. .
Surah Al Maa'un Ayat satu, Kita-kah ? ( hanya sebuah renungan kecil )
Diantara rintik hujan yang mengantar senja ke tempat peristirahatannya , semilir angin berhembus menerpa wajah-wajah letih di jalanan membuat orang enggan untuk keluar rumah. Genangan-genangan air mulai muncul di jalan-jalan beraspal yang tidak lama lagi akan memantulkan cahaya lampu-lampu jalan menandakan malam segera datang. Disudut jalan seorang anak kecil masih asyik memainkan mobil-mobilan bekas yang di perolehnya tadi siang dari tempat sampah. Ibunya masih tertidur disampingnya, atap-atap lebar rumah dan lebatnya pohon melindungi mereka dari sapuan air hujan, di sudut lain tampak beberapa pengemis dan pemulung juga mulai merebahkan diri. " Allahu Akbar..Allahu Akbar" kumandang adzan maghrib terdengar saling bersautan dari corong-corong spiker masjid, suarayang mengajak orang menemui Sang khaliq penciptanya.
" Bu..bu..itu udah adzan mau sholat gak?" teriak anaknya membangunkan sang ibu, tapi ibunya masih terus tertidur. Anak itu diam , lalu kemudian meneruskan bermain mobil-mobilan. Setelah hampir setengah jam asyik bermain , anak tersebut kembali membangunkan ibunya " Bu....bu..., ...ibu gak sholat...... bangun dong bu....angga lapar nih !!" teriak anaknya, tapi ibunya masih tetap tertidur, tidak bergeming sedikitpun. Karena keletihan membangunkan ibunya tetapi tidak ada hasil anak itu kemudian tertidur disamping ibunya. Anak itu berusia lima tahun dengan badan kurus dan lusuh, sedangkan ibunya berusia sekitar tiga puluh tahun dengan wajah kurus pucat seperti orang sakit keras. Tidak beberapa lama adzan Isya berkumandang. Hujan semakin deras, jalanan tampak sepi, Anak itu terbangun sambil meringis karena merasa lapar. Dia bangun lalu berlari kearah masjid di seberang jalan, kemudian menengadahkan tangan kepada jama'ah masjid yang hendak melaksanakan sholat. Anak itu telah terbiasa mengemis di depan masjid dan di persimpangan jalan, tetapi malam itu tidak satupun jama'ah yang memberikannya uang. Dia terus meringis menahan sakit perut yang belum terisi sejak pagi karena ketika siang hari ibu nya muntah-muntah lalu kemudian tidur dan belum bangun sampai malam itu.
" Aro'aitalladzi yukajjibu biddin, fadza likalladzi ya du'uul yatim wa la yaa khuddu 'alaa thoo 'amil miskin" terdengar suara imam membaca surat Al Maa'un dari dalam masjid tentang para pendusta agama. Semua jama'ah hafal ayat itu tapi sama seperti nasib anak di luar masjid itu surah Al Maa'un tersebut terlantar di sudut ingatan. " Iqra !" kata malaikat jibril kepada Muhammad SAW, tidak ada kitab disana , Rasulullah SAW pun tidak bisa membaca, lalu apa yang mesti di baca ? " Iqra bismirabbikalladzi khalaq" bacalah dengan menyebut nama Tuhan Sang Maha Pencipta, surah itu seperti berteriak kepada kita "bacalah sekelilingmu, bacalah keadaan lingkunganmu, baca dan berkacalah pada alam semesta dan tunjukan kepedulianmu" dan kita hanya tertunduk sambil terus membolak-balik kitab suci.
Anak itu belari kembali kepada ibunya sambil menangis menahan sakit, tubuhnya basah oleh air hujan, air yang bagi mahluk lain menjadi rahmat, tetapi baginya menjadi seperti sapaan Tuhan terakhir kepadanya, dia tertidur sambil memegang perut didada ibunya. Kedua ibu dan anak itu pada pagi harinya di ketemukan warga telah meninggal dunia, meninggalkan derita yang dideranya , meninggalkan para pendusta agama yang tidak pernah mau menyapanya.
Ketika malam nanti hujan menghampiri kita, disaat kita berkumpul bersama keluarga dan merasakan kehangatan, maka sesekali ambillah payung lalu keluar rumahlah, carilah rintihan disudut-sudut jalan, di halte-halte bis , sapalah mereka , redakan ketakutan di hati mereka berbagilah sedikit. Jika kokohnya rumah kita masih membuat takut anak anak kita ketika mendengar halilintar , lalu bagaimana dengan teriakan anak-anak tanpa atap tersebut, siapa tahu senyuman kita mampu mengusir galau dan resah di hati mereka lalu perlahan-lahan bisa melunturkan stempel pendusta agama di kening kita
Diposting oleh
roem poet
Label:
lagi bener
sekedar memforward.... semoga berguna...
Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke kota. Mengingat
jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa
mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan
makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di
depan.
"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum.
Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue
jajaannya.
"Tidak dik....abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas. dia berlalu.
Begitu pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih kurang 20 menit
kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang
suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.
"Abang sudang makan , tak mau beli kue saya?" katanya tenang ketika
menghampiri meja saya.
"Abang baru selesai makan di, masih kenyang nih," kata saya sambil
menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma disekitar restoran. Sampai
di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu
ditanya....
"Tak mau beli kue saya bang..pak.kakak atau ibu."
Molek budi bahasanya.
Pemilik restoran itu pun tak melarang dia keluar masuk ke restorannya
menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan
kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha.
Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya,
sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.
Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil.
Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya
buka pintu, membetulkan duduk dan menutup pintu. Belum sempat saya
menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan
sebuah senyuman.
Saya turunkan cermin. Membalas senyumannya.
"Abang sudah kenyang, tapi mungkin abang perlukan kue saya untuk
adik-adik abang, ibu atau ayah abang," katanya sopan sekali sambil
tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak
daun pisang penutupnya. Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja.
Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan
mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya.
"Ambil ini dik! Abang sedekah ....tak usah abang beli kue itu." saya
berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu
menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan
kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.
Setelah mesin mobil saya hidupkan . Saya memundurkan mobil saya. Alangkah
terperanjatnya saya ketika melihat anak itu mengulurkan uang Rp
20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua
matanya.
Saya terkejut ... saya hentikan mobil, memanggil anak itu.
"Kenapa bang, mau beli kue kah?" tanyanya.
"Kenapa adik berikan duit abang tadi pada pengemis itu? Duit itu abang
berikan adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Bang saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya
mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah.
Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan
masih banyak, mak pasti marah. Kata mak mengemis kerja orang yang tak
berupaya, saya masih kuat bang!" katanya begitu lancar. Saya heran
sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal,
saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.
"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk.
Lidah saya kelu mau berkata.
"Rp 25.000,- saja bang....."
Selepas dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya
ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi.
Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.
Dalam perjalanan, baru saya terfikir untuk bertanya statusnya. Anak
yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan
mendidiknya? Terus terang saya katakan , saya beli kuenya bukan lagi
atas dasar kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat
menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan
sikap anak itu.
Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.
---
Mutiara Amaly "Penyejuk jiwa Penyubur Iman"
Diposting oleh
roem poet
Label:
lagi bener
Senin, 23 November 2009
di
16.41
|
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa" Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..." Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
*di ambil dari notes temenku di FB...
Diposting oleh
roem poet
Label:
lagi bener
Selasa, 29 September 2009
di
00.03
|
Bumi Laut Shipping Service yang biasa di singkat dengan BLSS adalah salah satu anak perusahaan dari Bumi Laut Group yang merupakan batu loncatan, bukan sekedar loncatan, tapi pijakan yang kokoh bagi seorang anak ingusan yang keren dan cool tapi masih awam dalam dunia kerja terutama di bidang IT yaitu gw.... tes yang ditempuh untuk bisa bergabung dengan BLSS cukup sulit tapi sangat sederhana, hanya 2 kali tes itu termasuk interview, dan memakan waktu yang sangat singkat.. hanya kurang dari 2 minggu, tes pertama itu tes tertulis, ada logika algoritma (hasilnya gw salah semua, tapi karena nyerempet dikit" gw jadi lulus deh, soalnya di kerjain di kertas bukan di depan komputer, jadi ga bisa di compile (begitu kata bang said)) ada juga tes bahasa inggris, klo ga salah disuruh mengarang bebas satu kertas penuh.. disini butuh strategi yang jitu, gw ceritain aja tentang klub favorite gw beserta semua pemain dan pelatih, serta stadionnya... hasilnya kertas itu berhasil penuh dengan nama2 orang yang terkenall... hahahhaa.. dan ternyata gw membawa gw ke dalam kelulusan tes pertama... tes kedua gw itu interview, gw kira interview biasa... ternyata langsung ama General Managernya meenn.... yang bikin gw ngeper lagi, ternyata GM nya itu orang india yang bahasa indonesianya cuman dikiiiitt.... langsung rada shock mengingat hasil mengarang indah gw itu cuman ceritain nama orang... sekarang gw disuruh ngobrol pake bahasa inggris... gw ga ngebayangin muka gw waktu grogi ngejawab pertanyaan interview dari mister india... tapi dengan semangat tinggi gw tetep berusaha.. biarpun di tengah2 gw ngomong diselingi dengan mikir kosa kata bahasa inggris yang tiba2 gw lupa.... hadoooohhh... jadi ngakak gw ngingetnya.... aihaihaihai.... tapi karena rejeki dan kekerenan gw, akhirnya gw bisa masuk bergabung dengan rekan2 IT Software yang sangat luar biasa pengetahuan tentang komputernya... yang low profile dan ga pernah capek ngasih tau gw (gw kalo nanya ga pernah sekali, pasti berulang2,,,, soalnya kebanyakan lupanya)... udah gitu pada sabar banget... o iya... ada cerita seru dan lucu waktu gw mo tes.. ceritanya gw ditelpon suruh nemuin dita untuk di tes... wah gw seneng banget coz di deket rumah gw ada yang namanya dita, orangnya cantik banget... yang jelas dia cewek... hehehe.. pas gw dateng ke kantor juga sebenernya ada niat tersembunyi selain ikut tes tertulis... ada harapan kali aja yang namanya dita itu agak2 bening... jadi lumayan lah biarpun klo nanti gagal tes, gw dapet pemandangan yang bening... dan ternyata.... pas gw nyampe kantor... gw tanya ama mas" satpam di lantai satu gedung software.. pak saya mo ketemu sama mba' dita... eh satpamnya malah teriak "Mas Dita.. ada yang cari...!!!, langsung hancur berkeping keping sudah harapan gw untuk ngelabain cwe ang bening.... hehehe... tapi dari situ gw agak bener2 tesnya... soalnya tujuan yang ke satu gagal, gw musti dapetin tujuan ke dua.. yaitu dapet kerja... dan hasilnya.... gw dapeeeeeet... horeeeeeee..... minggu pertama gw kerja sudah berlalu... kemudian anak2 IT ngasih tau klo ada anak baru yang mo masuk, namanya nika.... pertamanya gw kira cwe lagi, tapi berdasarkan hasil pengalaman gw ambil pelajaran. gw ga langsung percaya ama pikiran gw, langsung aja gw minta klarifikasi ama si bang dita, eh ternyata bener aja.. nika juga COWOKK.... hadoooohhhh... gagal dah dapet suasana yang sejuk.. tapi ga papa... cwe ga dapet tapi ilmu gw berkembang... bayangin aja, gw 3 bulan pertama ga ngerjain apa-apa, cuma belajar program2 yang ada, sekalian belajar dasar2 visual basic en SQL, nah dari situ gw udah mulai deh bisa dikit2.. mulai ada gambaran... nah berawal dari situ gw coba untuk melangkah ke depan dengan nyari2 lagi kerjaan yang agak2 bikin tenang.. dari tes di bukit asam.tbk, sampe tes sampoerna di bandung, dan berhasil dengan kegagalan... hehehe.. tapi gw ga nyerah... o iya.. waktu tes" itu gw ditemani ama 2 orang temen seperjuangan... mereka adalah Nika Pranata. ST yang udah kerja di LIPI... dan Erlangga Prabu Kusuma S.Kom yang sekarang udah jadi juragan warnet... (silahkan kunjungi situsnya http://www.ar-net.com/).... ini adalah sepenggal cerita dari kehidupan gw yang lumayan juga agak berliku... tapi tetep keren.. and gw pengen nyimpen cerita ini untuk gw baca di masa depan nanti, untuk di baca sama anak2 gw.. sama cucu2 gw.. bahwa inilah sepenggal cerita dari gw orang yang keren ini... hehehehe HIDUP BANSAL... Terima Kasih BLG... Terima Kasih ALLAH... salam ...Rumput... Wassalam...
Diposting oleh
roem poet
Label:
untuk dikenang
|
|